Secangkir Kopi dan Komitmen Keumatan: Catatan Pertemuan RTG dan Tan Gusli di Kanwil Kemenag
Padang, 23 Mei 2026 — Malam ini, ruang di Kantor Wilayah Kementerian Agama menjadi saksi dari sebuah diskusi yang tidak biasa. Di balik kehangatan secangkir kopi yang menemani, hadir dua pemikir dan penggerak, Ramlan Tuangku Guru (RTG) dan Tan Gusli , duduk bersama dalam satu meja. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan sebuah perjumpaan gagasan besar yang didedikasikan untuk masa depan umat. Sinergi Dua Pemikiran Ketika malam mulai larut, obrolan mengalir semakin dalam. Pertemuan ini mempertemukan dua poros pemikiran yang saling melengkapi: Filsafat Sumbu Palito Nahdiyin yang dibawa oleh Tan Gusli, menawarkan pijakan spiritual dan kultural yang kokoh, bagaikan pelita (palito) yang terus menerangi dan memandu pergerakan umat di tengah perubahan zaman. Visi Sosial-Kemasyarakatan RTG , yang menekankan pada aksi nyata, kemandirian, dan penguatan struktur sosial dari akar rumput. Kolaborasi kedua tokoh ini melahirkan sebuah dialektika yang segar—mengawinkan anta...