Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 23, 2026

Secangkir Kopi dan Komitmen Keumatan: Catatan Pertemuan RTG dan Tan Gusli di Kanwil Kemenag

  Padang, 23 Mei 2026 — Malam ini, ruang di Kantor Wilayah Kementerian Agama menjadi saksi dari sebuah diskusi yang tidak biasa. Di balik kehangatan secangkir kopi yang menemani, hadir dua pemikir dan penggerak, Ramlan Tuangku Guru (RTG) dan Tan Gusli , duduk bersama dalam satu meja. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan sebuah perjumpaan gagasan besar yang didedikasikan untuk masa depan umat. Sinergi Dua Pemikiran Ketika malam mulai larut, obrolan mengalir semakin dalam. Pertemuan ini mempertemukan dua poros pemikiran yang saling melengkapi: Filsafat Sumbu Palito Nahdiyin yang dibawa oleh Tan Gusli, menawarkan pijakan spiritual dan kultural yang kokoh, bagaikan pelita (palito) yang terus menerangi dan memandu pergerakan umat di tengah perubahan zaman. Visi Sosial-Kemasyarakatan RTG , yang menekankan pada aksi nyata, kemandirian, dan penguatan struktur sosial dari akar rumput. Kolaborasi kedua tokoh ini melahirkan sebuah dialektika yang segar—mengawinkan anta...

Sumatera Barat, Jejak Ulama dan Spirit Islam Nusantara

  🌟 Sumatera Barat, Jejak Ulama dan Spirit Islam Nusantara Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) . Konferensi Besar (Konbes) NU yang akan digelar sebelum Muktamar ke-35 bukan sekadar forum organisasi, melainkan panggung sejarah. Jika Sumatera Barat dipilih sebagai tuan rumah, maka Ranah Minang akan kembali meneguhkan dirinya sebagai simpul peradaban Islam Nusantara. Mengapa Sumbar? Jawabannya ada pada figur monumental: Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi . Ulama besar asal Minangkabau ini pernah menjadi imam besar Masjidil Haram dan guru langsung KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Dari Mekah, beliau menanamkan benih keilmuan yang kemudian tumbuh menjadi pohon besar NU di tanah air. 📜 Sejarah Islam Nusantara di Ranah Minang Islam masuk melalui jalur barat sejak abad ke-13, membawa semangat damai dan akulturasi budaya. Adat basandi syarak menjadi bukti harmonisasi antara tradisi lokal dan syariat Islam. NU lahir pada 1926 sebagai benteng Ahlussunnah wal Jama’ah...